Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Setelah 6 tahun, akhirnya Keajaiban datang

Rabu, 06 April 2016

Selama 6 tahun seorang ayah hidup bersahabat dengan "Gula Jahat" atau sering disebut "Penyakit Gula" atau diabetes, ditemani anak yang memiliki hati penuh bakti pada orang tua. Selama 6 tahun ia menemani sang papa, merawat, menyayangi, yang sudah biasa menyuntikan insulin sehari 4 kali tanpa mengeluh dan terus dilakukan dengan kasih. Sebelum suapan pertama.. ambil jarum suntik di kulkas.. dan menusukan ke lengan sang papa, begitu juga sebelum suapan terakhir.. dia harus jalan ke kulkas, ambil suntikan.. putar diukuran 8ml..dan begitu usai suapan terakhir..jarum tidak boleh terlambat mendarat di lengan sang papa. Bayangkan.. jika kita melakukan hal ini setiap hari, menyuntikan jarum ke badan orang yang kita cintai.. menyaksikan beliau makan makanan yang tentunya dengan diet yang sangat membosankan. Desember tahun 2015 lalu.. adalah awal menuju perubahan buat keluarga mbak Rosa Kristian Dewi. Saat itu mbak Rosa memberikan Apple Stem Cell Plus pada papanya. Hari pertama minum setengah sacet Apple Stem Cell Plus pagi dan malam.. dan masih dengan insulin 4x pada hari itu yaitu 3x setiap sebelum 5 menit setelah makan dan 1x jam 10 malam. Apa yg terjadi.. gula nya drop 2x. 
Hari berikutnya mbak Rosa tidak menyuntikan insulin lagi hanya Apple Stem Cell Plus setengah pagi dan setengah malam... gula normal dan sang papa tidak merasa lemas. Sejak hari ke 2 itu papanya mbak Rosa berhenti suntik insulin. 
Setelah pemakaian 1 kotak atau satu bulan... dosis sekarang 1 sacet pagi dan 1 sacet malam. Sekarang sang Papa sudah bebas suntikan insulin, kaki sudah bersih mulus.. dan menyaksikan papa nya bisa makan seperti orang normal, adalah suatu kelegaan dan prestasi yang luar biasa. Sungguh bisa rasakan kebahagiaan dan syukur yang dirasakan Mbak Rosa. Semoga selalu sehat buat papanya Mbak Rosa 

Read more »»  

Kisah Seekor Kuda Beban

Minggu, 03 April 2016

Seekor kuda terperosok ke dalam sumur yang sudah kering. Karena sudah tidak mungkin menolong kuda tersebut, maka orang-orang di kampung memutuskan untuk menutup sumur itu. Mereka ingin mengubur kuda itu hidup-hidup supaya bangkainya tidak mengganggu dan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Merekapun bergotong royong mengangkut tanah dan memasukkannya ke dalam sumur. Lalu, apa yang terjadi? Setiap ada tanah yang mengena punggungnya, kuda itu selalu membuangnya ke bawah lalu memindahkan kakinya ke atas tanah tersebut. Semakin tinggi tanah menutupi sumur, maka semakin tinggi pula posisi kuda itu. Sehingga akhirnya ia bisa keluar dari sumur dengan selamat.

Pesan Moral Ke 1:
Begitulah gambaran kita dalam hidup ini. Ketika perjalanan hidup melemparkan beban dan masalah ke punggung kita, maka kesampingkanlah lalu berdirilah dengan kokoh di atasnya, maka suatu saat nanti semua itu akan menaikkan posisi kita ke puncak.

Pesan Moral Ke 2:
Ketika orang-orang meremehkanmu, menghinamu bahkan berusaha menjatuhkanmu... mencelakaimu... justru upaya itu berbalik memberi keberuntungan kepadamu yang terus berjuang, bertahan & pantang menyerah.
Read more »»  

The Remarkable Mother


Simak yuk....kisah sukses Bu Kartini di Biogreen Science

Wanita yang genap berusia 51 tahun ini berpendapat dan telah membuktikan sendiri bahwa perkembangan bisnis Biogreen Science yang sejak awal ia lakoni memberikan hasil yang sangat dahsyat dan cepat. Selama 21 tahun menjalani bisnis Network Marketing, baru di Biogreen Science ini ia merasakan hasil yang luar biasa hebatnya.

Semuanya berawal saat kunjungan Ibu Inge, uplinenya, ke Jakarta, dan ia mengajaknya untuk bertemu dengan Bapak Larry Widjaja. Kemudian Pak Larry menceritakan tentang bisnis dan produk Biogreen Science secara merinci, serta menjelaskan ilustrasi 1 Milyar. Bunda pun semakin tertarik dengan bisnis ini setelah ia mengonsumsi produk Applesc selama empat hari. Ia kembali mengalami Menstruasi setelah lebih dari enam bulan tidak lagi mengalami menstruasi karena usianya yang sudah menjelang Menopause. Setelah itu, ia meminta Pak Larry untuk dipertemukan dengan seorang dokter, yaitu Dr. Richard di kediaman Pak larry. Di sana ia semakin yakin karena melihat finansial Pak Larry sebagai founder yang sangat kuat.

Ibu dari tiga orang anak ini, sebelum mengalami kesuksesan seperti sekarang, telah menjalani banyaknya tantangan pahit di bisnis Networking. Salah satunya adalah penolakan. Namun menurutnya, diremehkan orang lain atau penolakan-penolakan tersbeut adalah hal yang wajar yang akan diterima para pelaku bisnis dimanapun individu tersebut bekerja. Walaupun mengalami penolakan yang tiada henti, hasil yang didapatkan setelah bekerja keras sangatlah tinggi. Jadi ia menanggapi penolakan dibisnis ini terasa wajar dan tidak perlu diberatkan.

Kartini yang mencintai profesinya sebagai Networker ini sangat aktif ikut serta di setiap acara Biogreen Science Hal lain yang membuatnya untuk terus maju walaupun mengalami berbagai tantangan penolakan adalah karena ia mencintai profesinya sebagai seorang Networker. Selain itu, ada beberapa faktor yang memicunya untuk semakin yakin pada bisnis ini. Pertama dari segi sistem. Ia merasa tidak ada perusahaan yang memiliki payout sebesar di Biogreen science. Kedua adalah produk Biogreen Science yang sudah memiliki uji klinis dan bahan aktifnya yang berasal dari kerjasama dengan perusahaan besar bertaraf internasional, yaitu Mibelle Biochemistry. Bahkan ia pernah mengunjungi langsung perusahaan tersebut di Eropa untuk membuktikan dan melihat secara langsung proses produksi bahan aktif stem cell tersebut. Ketiga adalah Marketing Plan yang menarik. Keempat adalah manajemen yang handal, dan yang terakhir adalah Support System. Perusahaan ini bahkan menyediakan dokter, yaitu Dr. Richard, yang mampu menjelaskan dengan rinci mengenai stem cell sebagai bahan aktif utama produk Biogreen Science dan memberikan ilmu pengetahuan tentang produk-produk tersebut kepada para membernya.

Keinginannya untuk terus maju akhirnya membuahkan hasil yang luar biasa. Ia berhasil menyelamatkan rumahnya. Sebelum bertemu Biogreen Science, ia mengalami kondisi keuangaan yang sangat sulit dan rumahnya tergadaikan. Dengan menggeluti bisnis Biogreen Science, ia kembali bisa mendapatkan rumahnya. Selain itu, ia sudah meraih trip ke Eropa untuk kali pertama pada bulan Mei 2015 dan September 2015, dan terakhir ia berhasil mengikuti trip ke Amerika pada bulan Maret lalu. Pencapaian dari segi penghasilan pun sangat luar biasa.

Larry Widjaja bukan hanya seorang CEO bagi Kartini, namun juga merupakan sahabat yang menginspirasi dan berpengaruh. Keberhasilannya yang luar biasa hebatnya ini berkat beberapa sosok yang hadir untuk selalu mendukungnya setiap waktu. Dan baginya, sosok Larry Widjaja adalah orang yang paling berperan dalam kesuksesannya karena ia telah mendukungnya bahkan dalam kondisi terburuknya. Selain itu, sosok yang turut berperan andil dalam kesuksesannya ialah Ibu Inge yang telah memperkenalkan Biogreen Science kepadanya, dan juga anak-anaknya yang tiada henti mendukungnya.

Baginya, kesuksesan yang telah ia raih berawal dari sebuah mimpi. Mimpi untuk terus sukses, tidak mudah menyerah, dan yang terpenting ialah setia pada proses pencapainnya. Seperti seruan Bung Karno, presiden pertama Indonesia, “Bermimpilah setinggi langit, jika engkau jatuh, engkau akan jatuh diantara bintang-bintang”.
Read more »»  

Jangan lupa senyum kepada setiap orang.

Selasa, 03 Juni 2014
Tulisan sebelumnya membahas mengenai Aku Mau Bahagia, dan kali ini saya bagikan cara membuat dunia menjadi indah dengan berbagi senyuman dengan bungkus judul Jangan Lupa Senyum Kepada Setiap Orang, bacalah sampai habis dan sahabat akan menemukan cara terdahsyat;

Di suatu pagi, Aku sedang berjalan menuju sekolah dan aku melihat seorang gadis kecil yang tampak sangat sedih. Aku berhenti dan bertanya, “Mengapa kamu begitu sedih ?” Dia berkata, “Tidak ada yang mencintaiku dan aku merasa aku ingin mati saja”. Wah.. menurutku ini merupakan masalah serius. “Mengapa kamu berpikir begitu?” Aku balik bertanya. “Saya merasa ibu saya lebih mencintai saudara saya dan guru saya tidak pernah memperhatikan saya. Saya tidak memiliki sahabat”, Anak kecil itu membalas. Aku bertanya padanya, apakah aku bisa memeluknya dan dia mengangguk. Aku menariknya ke arahku dan memeluknya. “Apakah kamu masih merasa tidak dicintai ?” dan dia berkata ya..! “Tetapi aku sedang memelukmu..” dia tampak terkejut. “Aku mencintaimu..!” aku melanjutkan. “Bagaimana Anda bisa mencintaiku, aku bahkan tidak tahu Anda!” anak kecil itu menatapku heran. “Mengapa tidak?, Bukankah aku baru saja memelukmu?” Ini berarti kita sedang berbagi cinta. Anak kecil itu terlihat tersenyum. Dia memelukku kembali. Aku tersenyum dan mengatakan kepadanya, lihat..., itu bukan tentang berapa banyak cinta yang kita terima, ini adalah tentang berapa banyak cinta yang kita berikan. Saat kita memberi kasih, kita menerima cinta. Jadi, ketika kamu merasa kekurangan cinta, pergi dan kasihi semua orang. Mengapa... karena kamu adalah sumber cinta untuk bumi ini. Karena kamu cukup layak untuk dapat berbagi kasih dengan semua orang. “Dapatkah saya memeluk guru saya?” Dia bertanya semangat. “Mengapa tidak!” timpal ku. “Dapatkah saya memeluk ibu saya juga? Dapatkah saya memeluk adikku?” Dia melanjutkan. Aku jawab, “Ya.. silakan saja”. “Apakah mereka mencintaiku?” si kecil balik bertanya. “Aku, orang yang tidak kamu kenal, tetapi ketika aku memberimu pelukan, tidakkah kamu memelukku kembali?” dia merasa sedikit malu. Dia memelukku kembali dan berkata aku mencintaimu. Hatiku begitu penuh cinta untuk gadis kecil itu dan dia beranjak sambil berlari.

Dunia ini sangat indah dan akan menjadi seindah yang kita inginkan. Jangan menjadi negatif dengan dunia ini, namun penuhilah dunia ini dengan cinta Anda. Tersenyumlah untuk diri sendiri, tersenyumlah pada orang yang Anda temui, sering-seringlah memberi pelukan, memeluk anak kecil, memeluk keluarga dan teman-teman, memeluk pohon, memeluk hewan peliharaan Anda, memeluk hal-hal indah yang Anda lihat dan mengasihi semua orang. Bukan karena mereka baik atau buruk, tidak, tetapi karena Anda cukup layak untuk berbagi kasih dengan semua orang. Tetapi karena Anda memiliki hati yang besar dan Anda memiliki ruang untuk semua orang. Karena Anda baik. Karena setiap orang membutuhkan cinta dan Anda adalah sumber cinta untuk dunia ini. Mencintai diri sendiri dan mengasihi semua orang. Bahkan jika Anda bertemu orang asing, Anda dapat merasakan cinta untuk orang itu, Anda dapat berharap yang terbaik untuk orang tersebut dan Anda dapat berdoa agar orang ini makmur dalam kesehatan dan kekayaan. Membuat dunia ini menjadi tempat yang indah dengan cinta Anda. Membuat tempat ini penuh cinta karena Anda berada di sini. Membantu seseorang tanpa harapan apapun. Membantu orang karena inilah Anda.
Saya adalah cinta, saya mencintai dan saya dicintai. Sebarkan cinta yang telah menghuni hati Anda. Kasihi semua orang karena Tuhan mengasihi Anda.
Read more »»  

Aku Mau Bahagia

Selasa, 29 April 2014


Para sahabat, Lovely to see you again.... Setelah terakhir berbagi tulisan Letter from GOD kali ini ane bagikan tulisan yang ane temukan terselip diantara tumpukan bab-bab "perjalananku".
Alkisah, ada seorang pemuda mencari-cari rahasia hidup bahagia. Awalnya dia percaya, jika bisa meraih apa yang diinginkan, dia pasti bahagia. Tapi kenyataannya tidak. Akhirnya dia pergi ke seorang pertapa yang bijak untuk mendapatkan jawabannya.
Melalui perjalanan panjang, sampailah dia ke rumah sang pertapa dan segera bertanya, “Paman pertapa yang bijak, tolong berikan pencerahan padaku, bagaimana aku bisa menjadi bahagia?”
“Kamu ingin bahagia? Baik. Cobalah duduk dibawah pohon itu dan bernapaslah! “ kata sang petapa dengan tegas.
“Lalu apa yang harus aku lakukan saat duduk dan bernapas?” Tanya si pemuda.
“Tidak ada. Cukup duduk dan perhatikan napasmu dengan baik, sadari setiap saat bahwa kamu sedang hidup dan bernapas.” Tandas sang petapa. Walaupun ada keraguan, si pemuda mencoba melakukan apa yang diminta petapa, duduk di bawah pohon rindang dan bernapas.
Hari demi hari pun berlalu. Setelah 3 hari, si pemuda akhirnya tak tahan dan menghadap petapa. “Paman, saya sudah susuk dan mengamati napas selama 3 hari ini tanpa tahu apa maksudnya. Apakah Anda lupa saya datang ke sini untuk mendapatkan rahasia kebahagiaan darimu? Tapi yang saya dapat hanya duduk dan bernapas. Ini hanya buang-buang waktu saja.”
Petapa tersenyum dan berkata, “Jujur, sebenarnya paman tidak bisa mengajarimu untuk meraih kebahagiaan.”
Si pemuda dengan jengkel bertanya, “Kenapa tidak bisa?”
“Karena paman tidak bisa membantumu menemukan apa yang sudah kamu miliki,” kata petapa. “Coba jawabapa yang sudah kamu lakukan selama 5 hari ini?”
Pemuda itu menjawab, “Duduk dan bernapas.”
“Apakah ada yang mengajarimu cara bernapas?” tanya petapa.
“Tentu saja tidak,” balas pemuda itu. “Bernapas tak perlu diajarkan. Semua orang yang masih hidup bisa melakukannya sendiri.”
“Nah, bahagia sama seperti bernapas, tidak perlu diajarkan, tapi hanya perlu dibiasakan dengan landasan cara berpikir yang benar dan bijak.”
Si pemuda mengernyitkan kening berusaha mencerna.
Sang petapa pun melanjutkan, “Kebahagiaan itu ada di rasa bersyukur karena kita hidup dan bernapas. Dan bukankah kita semua sudah memilikinya sejak kecil? Hanya saja, setelah dewasa, kita membiarkan dunia luar menentukan apakah kita itu bahagia atau tidak. Ketika orang lain mengungkapkan kesalahanmu, kamu tidak bahagia. Ketika sesuatu mengecewakanmu atau tidak sesuai dengan seleramu, kamu tidak bahagia. Ketika seseorang tidak peduli denganmu, kamu tidak bahagia. Dan banyak lagi hal lain yang membuat kamu tidak bahagia. Jadi, selama ini kamu telah menyerahkan kunci kebahagiaan ke dunia luar. Makanya dunia luar terlihat seperti mempermainkan kamu.”

wah... setelah tulisan ini nunggu di publish, ane teringat cerita ini ane baca di email yang dikirim andriewongso.com

Read more »»  

Letter from GOD

Rabu, 12 Februari 2014

http://villesehat.blogspot.com/2014/02/letter-from-god.html

Aku memperhatikanmu sebelum makan siang, engkau kesana-kemari, mungkin engkau merasa malu berbicara denganKu, itu makanya engkau tidak menganggukan kepala kepadaKu. Engkau melirik tiga empat meja disana, dan engkau memperhatikan beberapa temanmu berbicara denganKu dengan berani sebelum mereka makan  tetapi engkau tidak melakukan hal seperti itu. Ok, tidak apa-apa.
Masih ada waktu tersisa, dan Aku berharap padamu agar mau berbicara kepadaKu, namun engkau malah pergi pulang dan nampak engkau masih punya banyak pekerjaan yang mesti dikerjakan. Setelah sebagian pekerjaan selesai dikerjakan engkau menghidupkan tv, Aku tidak tahu apakah engkau suka tv atau tidak, tapi engkau menghabiskan banyak waktu di depan tv menikmati hiburan disana. Lagi Aku menunggu dengan sabar karena engkau nonton tv akhirnya engkau makan, lagi engkau tidak berbicara denganKu. Saat wktunya untuk tidur, Aku kira engkau begitu capek. Setelah engkau mengatakan selamat malam kepada keluarga langsung engkau menuju tempat tidur dan tidak begitu lama lalu engkau tertidur. Hal seperti itu tidak apa-apa, mungkin engkau tidak menyadari bahwa Aku selalu ada disana. Aku memiliki kesabaran, lebih dari apa yang pernah engkau tahu. Bahkan Aku ingin mengajarkan engaku bagaimana bersabar dengan orang lain seperti diriKu.
Aku sangat menyayangimu, Aku setiap hari menunggu demi sebuah anggukan, doa, pikiran atau ucapan terima kasih yang datang dari lubuk hatimu. Sangat susah bila terjadi komunikasi satu arah seperti ini. Namun, engkau bangun lagi esok harinya dan sekali lagi Aku menunggumu dengan penuh cinta kasih dan berharap bahwa hari ini engkau akan menyisihkan waktu untukKu.
Salam Kasih dari....
Sang Ayah dan temanmu…
Read more »»  

Di Antara Yang Telah Pergi dan Yang Terus Hidup

Rabu, 02 Oktober 2013

Mengawali bulan ini, saya bagikan true story "Di Antara Yang Telah Pergi dan Yang Terus Hidup" yang dikirimkan seorang sahabat dan saya rasa penting untuk dibagikan kepada semua sahabat.
Yang Telah Pergi

Teman SD saya meninggal dua hari lalu. Sejak beberapa tahun lalu hingga April lalu saya sudah berusaha mengingatkan dia berkali-kali. April lalu, saya sempat singgah menengok dia. Kata suaminya, istrinya sudah hampir KO. Belakangan ia mengikuti saran saya. Ia minum jeruk nipis dua hingga tiga buah sehari.

Akhir Juni lalu, dengan wajah bahagia, ia memberitahu saya bahwa ia telah dapat bersujud tarawih kali ini, dan telah berjalan kaki ratusan meter beberapa pagi itu. Hari itu juga, ia baru berterusterang kepada saya, ia tidak bisa belajar vegetarian. Saya pun hanya minta ia serius kurangi makanan hewani... "Bulan April lalu, kamu sudah diberi lampu kuning", saya tegaskan di depannya dan suaminya.

Tengah hari Selasa, 24 September 2013, adik saya sms saya. Ia sudah pergi... Semua seperti sebuah film yang telah sampai pada "the end". Teringat saat terakhir ia bercerita, kami teman sekelas tapi ia "dropped out kelas 5. Individu yang baik dan suka bercanda. Disukai di mana-mana. Kedai adik saya menjadi saksi kebaikannya pada banyak orang semasa hidupnya.

Yang Terus Hidup

Di daerah yang sama, saya berpapasan dengan seorang teman lama. Ia baru kembali dari rumah sakit. Ia memberitahu saya, istri abangnya kena serangan stroke. Kali jauh lebih gawat dan mungkin tidak akan bertahan lama lagi.

Satu hari kemudian, saya pergi menjenguknya. Wanita setengah baya itu terbaring di ranjang rumah sakit dengan tiga selang ditancapkan masing-masing di tangan, hidung dan mulutnya... Di layar monitor terlihat detak jantungnya sangat tidak stabil lagi. Sesekali tampak ia ingin berpindah posisi baring tapi tidak bisa. Punggungnya sudah mulai lecet. Ruangan pengap dan panas. Keluarganya semua sudah berkumpul di sana. Saya memanggil-manggil dia agar sadar, dan minta ia membuka matanya, meminta ia melihat dan mendengarkan saya.

Setelah dipastikan ibu stroke tersebut bisa melihat dan mendengarkan saya, saya minta suami dan kelima anaknya juga ikut mendukung. Beruntung saya cukup memahami karakter masyarakat religius umum seperti ini. Saya pun berusaha meminta ia yakin sesungguhnya Tuhan telah menyediakan makanan dan obat-obat yang baik dan benar untuk memelihara tubuh yang Ia ciptakan untuk kita. Semuanya tumbuh di atas Bumi Raya ini. Sesungguhnya, Ia Maha Pengasih kehidupan. Saya yakin Tuhan tidak akan membiarkannya menderita seperti ini. Tuhan ingin ia sembuh. Ia harus yakin, ia pasti akan sembuh dan sehat ceria seperti semula, bahkan mungkin panjang umur. Tidak perlu lelah menemui dokter untuk setumpuk obat kimia lagi. Tidak perlu lelah kembali ke tempat tidur rumah sakit ini lagi untuk kesekian kalinya. Terakhir saya hanya meminta agar terapi tersebut tidak perlu diketahui oleh pihak lain selain mereka. Suami dan kelima anaknya pun kompak dan setuju.

Tiga jam kemudian, saya menelpon suaminya, Bang Ali. Kondisi istrinya sudah stabil. Beberapa hari kemudian saya dengar ia telah kembali ke rumah. Tidak lama kemudian lagi, saya pergi melihatnya. Cahaya bahagia dan rasa syukur terasa memancar dari wajahnya dan keluarganya. Ia sudah dapat menggerakkan kedua tangan dan kakinya. Ia mulai dapat berbicara meski masih terdengar kaku dan sengau.

Sebulan kemudian, istri Bang Ali sudah berbicara sambil tersenyum. Wajahnya bersih dan merona... "Saya tidak pernah sehat seperti hari ini. Dan saya pun tidak pernah cari dokter dan minum obat kimia lagi sejak hari itu", katanya pada saya. Suaminya mengaku, sejak hari itu, istrinya total vegan. Ia sudah menghentikan konsumsi sajian utama ikan dan, bahkan, telur dan susu. Terakhir, sebelum saya kembali ke Batam, saya mengingatkan mereka, bukan kolesterol saja, asam urat (uric acid) pun sangat-sangat tinggi pada makanan hewani, darat dan laut. Mengapa kita dan para dokter tidak menguranginya?

Harapan Kecil yang Tertinggal

Satu teman masa kecil saya lagi telah pergi. Ia telah memilih jalannya sendiri. Tiada yang dapat mengetahui kematian tapi kita semua diberi akal budi untuk memilih jalan yang tidak menghalangi Tuhan memberi kita hidup yang lebih panjang, sehat dan bahagia dalam tubuh yang telah Ia ciptakan dengan sempurna.

Nay, nama panggilan teman SD saya tersebut. Ia jauh lebih muda daripada istri Bang Ali tapi dua hari lalu ia telah pergi dari dunia ini, meninggalkan suami dan kedua anaknya serta sahabat-sahabat yang akan merindukannya. Juni lalu, saat ia lewat di kampung Bang Ali itu, ia sempat melihat istri Bang Ali di teras rumahnya dan telah bisa berdiri. Dan, pagi itu, Nay, teman saya ini, adalah orang pertama yang memberitahu saya "keajaiban" itu.

Sekarang, saya baru sadar, teman saya yang telah pergi ini telah memberi saya kabar itu antara rasa syukur dan kesulitannya sendiri. Untuk selamanya, ia harus memilih jalannya sendiri di tengah masyarakat kita yang sedang sakit dan tidak mengerti. Namun, ia telah sempat mewariskan sesuatu kepada dunia meski itu hanyalah sebuah harapan kecil di antara kedatangan dan kepergiannya.

Selamat jalan, sahabatku. Tuhan bersamamu selalu. . . . .
Read more »»  

Tambahkan Cinta, Kurangi Benci

Jumat, 15 Maret 2013
Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya. Mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, "Kita pulang saja?". Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, "Bisa minta garam buat kopi saya?"
Semua orang yang mendengar memandang ke arah si pria, aneh sekali..!  Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya. Si gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya kebiasaan seperti ini?" Si pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen orang tua saya yang masih tinggal di sana." 
Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, peduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana , masa kecilnya dan keluarganya. Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua.
Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli... betul-betul seseorang yang sangat baik tapi si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu! Kopi asin yang ada gunanya...
Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.
Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu ... tentang kopi asin." Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk mengubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apapun.
Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku.Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi. Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam? Si gadis pasti menjawab, "Rasanya manis." Kadang Anda merasa Anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat Anda tentang seseorang itu bukan seperti yang Anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi.

"Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih manis daripada gula."
Read more »»  

Mengapa Sulit Untuk Memaafkan Orang Lain?

Selamat pagi Sahabat semua... semoga senantiasa sehat dan bahagia selalu. Sebelum masuk lebih jauh menuju Mengapa Sulit Untuk Memaafkan Orang lain ? Alangkah nikmatnya jika Sahabat menjadikan wedang jahe dan sedikit camilan kuping gajah sebagai teman saat baca postingan Mengapa Sulit Memaafkan Orang Lain ?
Mengapa Sulit Memaafkan Orang lain ? adalah sebuah status dari sahabat (saudara) kita di facebook yang telah memunculkan inspirasi untuk membagikannya kepada sahabat semua di Ville Sehat.
Mengapa Sulit Memaafkan Orang Lain ?
Sebagaian besar merasa bahwa orang itu adalah penyebab penderitaan kita,
Bahwa orang itu adalah penyebab dari kepedihan yang kita alami.
Bahwa orang itu yang bertanggung jawab.
Lalu haruskah saya menunggu orang itu untuk menyembuhkan saya? menunggu kata maaf darinya? menunggu tanggung jawabnya? yang mungkin saja tidak akan pernah dia lakukan.
Dengan memahami dan menerima karma " apa pun yang saya alami / terima adalah buah dari perbuatan yang pernah saya lakukan di masa lalu (kelahiran ini / kelahiran yang lalu), ini akan menjadi penyembuhan bagi diri sendiri.
Memaafkan berarti mengasihi diri sendiri
Memaafkan berarti menyembuhkan diri sendiri
Kalau bukan saya sendiri, lalu siapa lagi???
Memaafkan bukanlah untuk orang lain, namun adalah wujud kasih pada diri sendiri.
Begitu maaf keluar dari hati, maka pada saat itu sumbatan yang menyebabkan penderitaan terlepas.
Hukum karma berbunyi: "saya memetik buah yang saya pernah tanam" Tak ada orang lain yang harus disalahkan, meski mereka menjadi perantara untuk kita menerima buah karma itu.
Saat bisa menyadari dan menerima ini, pada saat itu ada pelepasan sumbatan.
Ok.. itu tadi postingan Mengapa Sulit Memaafkan Orang Lain ? Semoga memberi inspirasi, bagi Sahabat yang ingin nge-share tidak dilarang kok :)
Read more »»  

Karma

Minggu, 24 Februari 2013
Dalam setiap diskusi saya bersama para sahabat tentang bagaimana bisa orang yang begitu baik saat kelahirannya sekarang bisa mendapatkan hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan. Dan kesimpulan dari percakapan kami biasanya berakhir pada sebuah kata ‘Karma’. Berikut saya mau berbagi sedikit mengenai pengertian ‘Karma’ yang saya dapatkan dari rasa haus saya akan pendalaman ‘Karma’ itu sendiri.
Kata ‘Karma’  telah diberi arti negatif. Dalam bahasa umum, kebanyakan orang hampir selalu menghubungkannya dengan penderitaan, tetapi makna paling sederhana dari 'karma' adalah tindakan. Hukum Ketiga Newton Fisika (setiap tindakan memiliki reaksi yang sama dan berlawanan) adalah hukum gerak fisik. Hukum 'Karma' adalah metafisis (non fisik) setara Hukum Ketiga Newton - itu mengacu pada tindakan dan hasilnya (buah) atau, cukup, sebab dan akibat. Kualitas tindakan saya, pikiran yang lebih spesifik menentukan tingkat kebahagiaan pribadi saya. Kodrat kita hari ini adalah hasil dari segala sesuatu telah kita pikirkan; mereka dibentuk oleh pikiran kita. Tindakan tidak begitu banyak menentukan "Buahnya" kembali, tapi kualitas motif atau niat di balik itulah yang berperan, misalnya dalam tugas sederhana membeli mobil baru, niat bisa berbeda dalam kasus tiga orang yang berbeda:
• Saya perlu membeli mobil yang baik, ini merupakan kebutuhan mendesak keluarga saya. (perhatian)
Bagaimana jika saya tidak mampu membeli model mobil yang istri saya inginkan? (khawatir)
Dengan mobil baru, yang akan saya beli, saya akan menjadi bahan pembicaraan di kota, rekan kantor saya benar-benar akan iri pada saya! (ego)

Meskipun tindakan adalah sama dalam setiap kasus, masing-masing sikap akan mengarah ke hasil yang berbeda. Peran niat menjadi jelas ketika menganalisis perbedaan dalam rasa bersalah antara perwira tentara yang membunuh orang lain sambil melindungi negaranya dan orang lain yang berencana selama berbulan-bulan untuk melakukan pembunuhan keluar dari permusuhan pribadi dan kebencian. 'Karma' dari mengambil kehidupan seseorang adalah sama dalam kedua kasus, tetapi kembalian atau buah dari 'karma' tergantung pada niat.
Saya yakin setelah membaca tentang pemahaman ‘Karma diatas semua sahabat dapat menentukan jenis ‘Karma’ apa yang akan para sahabat action-kan.
Semoga bermanfaat.
Read more »»  

Temukan Kekuatan dalam Kesunyian

Sabtu, 23 Februari 2013


Di dunia, yang segala sesuatu telah menjadi serba pamer, berisik dan penuh dengan kedangkalan, akan sulit untuk mengapresiasi kekuatan untuk mengintrospeksi diri. Seni menggunakan kesunyian, menjadi tenang beberapa saat, jarang sekali terpikirkan, walaupun kesunyian merupakan alat teragung untuk menyegarkan diri.
Namun, hanya jika seseorang berlatih dengan mengintrospeksi diri dalam kesunyian barulah penyegaran dan penguatan diri yang terjadi bisa diapresiasi. Introspeksi bukanlah sebuah penolakan kehidupan dan segala tantangannya karena saya ingin mengasingkan diri. Saya memilih kesunyian dan menyelami diri saya sendiri bukan karena ketakutan atau ketidaksukaan, sebaliknya, menyelami diri sendiri dan beberapa kali bertemu dengan jati diri saya dalam sehari dapat menguatkan keyakinan dan kepekaan arah.
Introspeksi juga sebuah kesempatan untuk merenung dan dengan demikian bisa mengetahui pola mana dalam diri saya yang menyebabkan masalah dan mana yang memerlukan perubahan. Merenung juga menciptakan pemahaman yang jelas untuk menghadapi situasi. Tujuan introspeksi adalah untuk menyesuaikan diri saya agar hidup selaras dan positif dalam dunia yang penuh kerumitan.
Dunia yang terkadang membentur kita tanpa peringatan dan mampu membuat keamanan kita terguling dari fondasinya. Dalam keheningan diri itu, saya bertemu dengan akar asli jati diri saya, yaitu sang jiwa. Saat berada di sana, saya menemukan energi kedamaian, cinta kasih dan kebahagiaan yang kekal abadi. Bukan menemukan semua itu, tetapi saya sungguh merasakannya sebagai kenyataan pribadi saya. Pengalaman ini sangat menguatkan. 
Dalam kesunyian yang hening itu, saya menjauh dari kebisingan dan kesibukan kehidupan seharihari di luar sana, dan saya beristirahat dengan tenang pada titik keheningan itu. Di dalam keheningan itu ada ketenangan dan lepas dari beban pikiran, perkataan dan perbuatan yang tidak berguna. Saya bersama diri saya selama beberapa saat, dan ini memberikan kekuatan serta kemauan untuk berpartsipasi dalam kehidupan di luar.
Dalam kesunyian diri itu ada penyegaran dan pengisian energi. Kemudian dari titik kesunyian di dalam diri tersebut saya mengamati. Namun, saya tidak diam mengamati tetapi saya sang jiwa yang berenergi, ditarik untuk berekspresi dan berpartisipasi. Hanya dalam introspeksi saya mampu berhubungan dengan jati diri saya yang asli dan kekal abadi. Hubungan di dalam diri ini memungkinkan saya untuk berhubungan dan menyelaraskan diri dengan Tuhan,
Sang Sumber Kekuatan Yang Tanpa Syarat, yang bisa membantu diri untuk mengisi kekuatan kembali. Hubungan ganda ini nantinya akan membantu hubungan yang positif dengan manusia, waktu dan tugas-tugas yang terdekat dengan diri saya. Tanda introspeksi sejati pastinya adalah kebahagiaan dan rasa optimis. Bila seseorang menyelami diri dan menjadi pendiam tetapi menjadi kasar, murung dan tidak mau berkomunikasi berarti ada yang salah dimengerti atau tidak dipraktekkan dengan cara yang benar. 
Bukannya berkoneksi saya malah memutus diri dari arus yang menyegarkan. Stop kontak yang rusak telah tersambung dengan hal-hal seperti: kesal, perasaan tidak suka, memperhatikan diri sendiri, melihat kelemahan orang lain, berduka tentang masa lampau…. masih banyak lagi jenis stop kontak yang rusak lainnya. Dalam keheningan introspeksi diri dibangkitkan dan bisa mendengar tiga pertanyaan:
“Apa harapan saya untuk diri saya?” ”Apakah harapan Tuhan untuk diri saya?”
”Apa panggilan hidup saya?”
Sesuai dengan keterbukaan saya, saya bisa menemukan jawabannya dalam keheningan introspeksi, di mana ada kesadaran atau pertanda dari penilaian mendalam saya dan juga dari Tuhan. Hal pertama yang muncul dari introspeksi sejati adalah menciptakan posisi yang netral, jauh dari konsep dan keputusan yang salah mengenai diri sendiri dan orang lain. Keadaan yang netral ini membantu saya menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas atau pertanyaan apapun yang mungkin saya miliki. Dengan kenetralan ini muncul kedamaian dan ketidakterikatan dari pita merah emosi yang menentukan hubungan saya, baik dengan diri saya sendiri maupun dunia terdekat di sekitar saya.

Read more »»  

LOSER

Selasa, 24 Juli 2012
Satu catatan menarik dari bapak Rhenald Kasali yang bertitle LOSER, yang memberi penjelasan tentang mereka yang memiliki jiwa pecundang dan jiwa pemenang. Ville Sehat terdorong untuk membagikannya kepada para sahabat semua.
LOSER adalah julukan bagi orang-orang yang kalah, bukan karena lemah atau tak berdaya, melainkan sikap mental yang dibuat sendiri. Kadang ada juga kontribusi lingkungan yang membentuk seseorang menjadi loser, tetapi sebagai manusia kita punya pilihan, punya sikap: ingin menjadi winner (pemenang) atau membiarkan diri terpedaya oleh sikap yang bermuara pada kekalahan demi kekalahan.
Bapak Rhenald menulis, memahami psychology of loser di Indonesia jauh lebih penting daripada memahami psychology of winner. Itu juga penting bagi pemimpin dan politisi. Argumentasi yang belakangan banyak menuding bahaya ancaman "liberalism", misalnya, perlu melihat apakah kita akan menciptakan manusia-manusia pemenang atau manusia-manusia yang kalah. Apakah orang-orang yang kalah dalam kompetisi karena mereka benar-benar lemah dan terpedaya (sehingga harus dibantu) atau berpura-pura lemah dan sengaja membuat dirinya lemah sehingga benar-benar menjadi loser dan "penumpang" seumur hidup ?
Selanjutnya bapak Rhenald menuliskan perbedaan antara winner dan loser:
WINNER
Seperti apakah orang-orang yang menjadi pemenang dalam pertarungan kehidupan ini ? Perlu dipahami, pemenang bukanlah orang yang tak mau menerima kekalahan, melainkan orang yang tak pernah berhenti. Itulah yang kita sebut dengan ketabahan, determinasi. Kita selalu mengalami ujian dan dalam ujian itu tidak semua diantara kita orang yang sempurna. Bahkan, hasil studi menemukan, orang-orang yang sangat berhasil (over achiever) ternyata menjalani kehidupan tidak dengan fun, melainkan sangat stres dan terlalu memaksa diri. Akibatnya mereka menjadi selfish (egois) karena hanya memikirkan diri sendiri.
Pemenang menjalani kehidupan dengan penuh semangat, tidah mudah putus asa, tidak mengeluh, tidak banyak komplain, tidak menyalahkan orang lain (terhadap kesalahan sendiri) dan tidak membuat alasan. Mereka selalu melihat kemungkinan-kemungkinan jalan keluar dari setiap masalah. Kata-katanya adalah "Ini mungkin sulit, tetapi rasanya bisa" dan ketika melakukan kesalahan langsung berkata "Sayalah yang salah".
Karena itulah, pemenang selalu membuat komitmen, bermimpi besar, berorientasi pada tindakan nyata, mendapatkan kemajuan dan percaya pada spirit sama-sama harus menang. Mereka berpegang teguh pada nilai-nilai, tetapi rela berkompromi untuk hal-hal kecil. Mereka mengatakan, "Sesuatu yang tidak saya inginkan terjadi pada saya, tak boleh dilakukan kepada orang lain".
LOSER
Bagaimana loser ?  Anda tinggal membalikkan semua penjelasan diatas. Mereka mudah menyerah, selalu mengatakan susah, banyak  mengeluh, banyak komplain, menyalahkan orang lain atas kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat sendiri. Meski setiap hari datang terlambat, kalau ditegur, bukannya memperbaiki diri, loser selalu punya alasan untuk membenarkan ketidakdisiplinannya. Akibatnya loser sulit berubah atau memperbaiki kehidupannya. Para loser biasanya memiliki sikap mempersulit orang yang akan berhasil, bicara yang buruk-buruk dan bahkan menolak melakukan tugas-tugas yang tidak ada dalam job description - nya. Ketika melakukan kesalahan mereka akan mengatakan: "Itu bukan karena saya". Mereka tidak melihat "gain" (keuntungan) melainkan "pain" (sakit) nya saja. Mereka percaya kalau menang harus mengalahkan orang lain (win-lose).
Maka jangan heran, sekalipun cantik atau berfisik ganteng, loser semakin hari semakin tak enak dilihat. Mereka senang lempar batu sembunyi tangan, memakai nama samaran dalam berkomentar. Wajahnya kumuh, sinar matanya menghilang, ilmunya kering. Prinsip mereka, orang lain dulu yang memperbaiki diri baru saya.
Sampai disini dulu sharingnya.... Semoga memberi inspirasi :)
Read more »»  

Bagaimana Para Ibu Memberi Gizi Pada Pikiran?

Minggu, 25 Maret 2012
Merasakan bagaimana peran penting para ibu, Ville Sehat berbagi tulisan bertitel Bagaimana para ibu memberi gizi pada pikiran. Memberi gizi pada pikiran sama pentingnya dengan memberi gizi pada badan, jika diurut memberi gizi pada pikiran akan berada sebelum memberi gizi pada badan :) Alasannya karena ketika Anda, ibu-ibu merasa tentram dan penuh, diri Anda akan bersinar, dan cahaya ini akan menyebar memberikan rasa hangat dan nyaman bagi mereka yang berada disekitar Anda.
Ketika Anda merasa sehat, Anda akan lebih dapat memberi makan kepada mereka yang ada disekitar Anda. Ketika cangkir Anda kosong, Anda hanya punya sedikit untuk berbagi; ketika cangkir Anda penuh, dia akan mengalir mengisi orang-orang yang ada disekitar Anda. Mengapa Anda harus merawat diri Anda sendiri? Kenapa Anda harus memberi gizi pada pikiran Anda? Para ibu selalu memperhatikan orang lain setiap hari. Tetapi seberapa sering mereka memberi perhatian untuk merawat diri mereka sendiri?..........Ketika Anda .... [para ibu :) ] merawat orang lain sepenuh hati, Anda akan merasa diperbaharui ketimbang mendapat keuntungan, bukankah begitu? Kita akan memiliki sesuatu yang berharga untuk diberikan kepada orang lain jika kita telah menghibur diri dan memperhatikan diri kita sendiri dan membangun "citra diri". Rabbi Hillel pernah mengatakan, "Anda, ibu-ibu memiliki tugas mulia untuk memperhatikan diri Anda sendiri karena Anda tidak pernah tahu kapan dunia membutuhkan Anda."
Sebagai seorang ibu baru, mudah untuk terus berpikir bahwa apa yang Anda kerjakan belum cukup, tidak bekerja sebaik ibu lain, tidak cukup baik menjadi seorang ibu, dan pikiran-pikiran negatif lainnya. Secara mental dan emosional tentu hal ini sangat melelahkan, membuat Anda merasa bahwa Anda tidak pernah bisa beristirahat karena selalu ada hal yang harus Anda lakukan atau kerjakan dengan lebih baik. Para ibu perlu mencari cara untuk menenangkan pikiran dan meyakinkan pada diri sendiri bahwa kalian....para ibu-ibu :) adalah ibu yang cantik dan penuh dedikasi :)
Bagaimana Anda, para ibu menenangkan pikiran-pikiran negatif ini dan menggantinya dengan pikiran yang sehat dan produkti? Hal ini harus benar-benar dilakukan -- belajar untuk menahan diri Anda dengan tenang jika Anda telah berpikir dan bekerja dengan keras dan mengganti pikiran-pikiran negatif tersebut dengan pesan yang produktif dan menguatkan -- ini seperti sedang melakukan program ulang pada komputer.
Ini adalah memberi gizi pada pikiran Anda. Tegas kepada diri sendiri adalah hal yang mudah untuk dilakukan. Katakan pada diri sendiri apa yang Anda pikirkan dan ini akan membentuk "citra diri" Anda.
"Saya mengasuh dengan baik."
"Saya seorang ibu yang luar biasa."
"Saya pantas untuk melakukan hal-hal baik yang ibu lain lakukan."
"Hidup saya penuh dengan kegembiraan dan berkelimpahan."
"Saya dikelilingi oleh orang-orang yang mencintai dan mendukung saya."
Tuliskan kata-kata ini dalam secarik kertas... Anda boleh menulis kata-kata yang menginspirasi lainnya... dan tempelkan di semua tempat yang mengingatkan Anda bahwa Anda sekarang adalah benar-benar seperti yang Anda inginkan :)
Salut buat para Ibu......
Read more »»  
Google+ Add Facebook RSS FEED